9 Kesalahan dan Hambatan Bisnis Yang Sering Terjadi

Dalam memulai bisnis baru, akan ada banyak hambatan bisnis yang tidak akan sesuai dengan apa yang anda bayangkan atau khayalkan. Hampir semua pebisnis mengalami hambatan dan rintangan dalam menjalankan bisnis mereka, sekalipun mereka sukses, mereka telah berulang kali mengalami hambatan dan berhasil menyelesaikan hambatan tersebut.

Berikut beberapa hal yang menjadi hambatan bisnis yang mungkin terjadi:

SDM yang buruk

SDM yang buruk akan menghancurkan bisnis yang anda jalankan. Anda membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, seorang pebisnis harus terus berinvestasi pada manusia untuk membesarkan perusahaan. Semakin buruk sumber daya manusia di perusahaan kamu maka akan semakin sulit kamu mencapai sebuah kesuksesan.

Membuat produk yang tidak diinginkan konsumen

Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan konsumen. Jika hal ini terus menerus terjadi maka hanya kegagalan yang akan anda dapatkan.

Tidak melakukan analisis SWOT

Sebaiknya anda melakukan riset SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat penting bila persaingan terus terjadi.

Tidak menentukan prioritas

Konsumen anda adalah raja sehingga anda harus menentukan siapa yang menjadi prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik konsumen dan pelanggan. Bila anda tidak menentukan prioritas maka anda akan mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnis tersebut.

Penentuan harga yang tidak tepat

Menentukan harga adalah hal yang paling sulit ditentukan oleh seorang yang baru terjun dalam dunia bisnis. Harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi perekonomian atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau. Jika anda tidak bisa menentukan harga yang tepat maka anda sendiri yang akan mengalami masalah dalam penjualan tersebut.

Penjualan yang buruk

Seorang pebisnis pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama atau tidak. Enterpreneur juga harus memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru.

Perencanaan modal

Setiap bisnis memerlukan investasi dan seorang yang berjiwa enterpreneur selalu membuat perencanaan modal dan target. Dengan perencanaan modal yang kuat, para pengusaha terus memutarkan modalnya untuk mengembangkan usaha.

Yang terpenting bagi orang yang berjiwa enterpreneur adalah sukses, berfoya-foya itu nomor sekian, yang penting besar dulu.

Modal yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha dan strategi mempertahankannya sangat bergantung pada rencana bisnis. Maka jika rencananya gagal, bisnis anda tak akan berjalan dengan baik. Anda bisa konsultasi dengan konsultan finansial bila diperlukan.

Pendapatan yang tidak stabil

Menjalankan bisnis, pendapatan yang anda terima setiap bulan tidak tetap. Kadang memperoleh keuntungan besar, tapi bulan berikutnya laba yang anda peroleh jauh lebih kecil. Guna mengamankan keuangan, anda dapat merencanakan bisnis sampingan sambil tetap bekerja di kantor.

Jika tak bertindak macam-macam, pekerjaan tersebut dapat terus berada dalam genggaman. Sebaliknya dalam berbisnis, anda menghabiskan banyak uang di awal tanpa ada kepastian modalnya akan kembali. Ingat, dalam suatu bisnis hanya terdapat dua pilihan yaitu untung atau rugi.

Tidak bisa membaca pasar

Bisnis yang anda jalankan sangat bergantung pada pasar dan anda harus pandai membaca situasi ekonomi guna menentukan strategi bisnis yang harus dilakukan.

Kondisi pasar yang fluktuatif akan berdampak besar pada sebuah bisnis khususnya saat negara tengah mengalami resesi ekonomi.

Cara mengatasi permasalahan dan hambatan bisnis

Sebagian besar orang masih merasa sulit untuk menjalankan sebuah usaha. Berbagai alasan selalu menjadi penghalang mereka untuk mulai melangkah membuat usaha.

Mereka terkendala oleh modal, dan ini selalu menjadi alasan utama bagi kebanyakan orang yang masih takut untuk memulai usaha.

Tapi saat mereka memiliki modal, masih saja mereka beralasan masih bingung untuk memulai usaha di bidang apa.
Masih banyak lagi alasan yang sering digunakan oleh orang – orang yang mentalnya masih mlempem untuk memulai suatu usaha.

Untuk itu berikut kami berikan tips mengatasi kesulitan dalam membuka usaha yang sering dijadikan sebagai alasan banyak orang untuk memulai usaha.

Mengatasi kesulitan modal

Modal menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis, namun tidak adanya modal selalu menjadi hambatan bagi mereka untuk mencoba peluang usaha yang ada.

Untuk mengatasi kesulitan modal, anda dapat mencari partner kerja atau mengajukan pinjaman kepada beberapa lembaga keuangan yang melayani masalah permodalan usaha maupun meminjam pada kerabat anda yang dapat membantu.

Proposal usaha dengan rincian modal yang dibutuhkan sebelum mengajukan pinjaman maupun mencari partner kerja. Dengan membuat proposal maka calon partner kerja lebih percaya serta tidak ragu lagi dengan bisnis yang akan anda jalankan.

Mengatasi rasa takut terhadap ksegagalan memulai bisnis

Menjalankan bisnis tidak semudah yang anda pikirkan, kegagalan dan kerugian menjadi hal yang sangat ditakutkan oleh para pebisnis. Jika anda tidak berani melawan rasa takut tersebut maka usaha anda tidak akan berkembang.

Lakukan apa yang anda takutkan, jalankan bisnis dengan fokus dan ketekunan anda. Semua hambatan dalam menjalankan bisnis dapat diselesaikan jika anda fokus dalam menjalankan bisnis tersebut.

Mengatasi rasa tidak percaya diri

Sama halnya dengan mengatasi rasa takut di atas, anda pun juga harus mampu mengatasi rasa tidak percaya diri. Jika anda merasa minder dan tidak percaya diri maka bisnis anda juga akan sulit untuk dijalakan.

Jika keahlian anda masih belum cukup, tidak perlu berkecil hati karena anda juga bisa bekerja sama dengan partner atau mencari SDM yang terampil dan sudah ahli di bidang tersebut. Jadi kamu bisa menjalankan usaha sekalligus belajar meningkatkan keahlian anda.

Mengatasi kesulitan pemasaran

Kurangnya jaringan bisnis akan membuat pemasaran yang dilakukan pun juga terbatas. Karena itu anda bisa membangun jaringan dari orang – orang yang sering berinteraksi dengan anda seperti rekan kerja, tetangga, kerabat, maupun relasi – relasi kerja yang pernah menjadi partner anda.

Anda bisa menawarkan kelebihan dan prospek usaha anda, agar mereka bersedia menjalin kerjasama dengan bisnis anda. Anda juga bisa membuka jaringan pemasaran dengan berbagai perusahaan besar untuk membantu memasarkan usaha anda.

Leave a Comment