Format Bisnis Plan Yang Baik dan Benar

Supaya bisa dipergunakan untuk berbagai kalangan baik itu internal dan eksternal, sebuah format bisnis plan haruslah dibuat sebaik mungkin agar menarik dilihat oleh orang lain.

Kita harus mempertimbangkan langkah-langkah yang diharapkan bisa mendistribusikan perencanaan itu dengan cara yang terbaik dan berdampak maksimal dari target yang ingin dicapai dan berupaya menyelesaikan dengan menjadikannya sebagai sebuah instrumen yang sangat efektif untuk mengantarkan kita sampai pada tujuan yang diinginkan dengan keberhasilan yang optimal.

Yang Harus Diperhatikan Ketika Menulis Format Bisnis Plan

Yang Harus Diperhatikan Ketika Menulis Format Bisnis Plan

Sebelum membuat bisnis plan untuk diberikan kepada pihak-pihak internal dan eksternal, kita harus meninjau ulang perencanaan itu untuk mengedit dan mengkoreksi kesalahan ketikan, memperbaiki kalimat yang rancu untuk diganti dengan kalimat yang menggunakan tata bahasa yang baku, baik, singkat dan padat.

Kita boleh-boleh saja (bahkan mungkin sebaiknya) menggunakan jasa seorang penulis profesional untuk membantu menyusun kalimat dengan bahasa yang lebih sistematis dan enak dibaca, atau menggunakan seorang perencang grafis untuk membantu kita dalam mengatur dan menata bisnis plan hingga terkesan eksklusif serta menciptakan grafik dan tabel untuk meningkatkan kualitas isi bisnis plan kita.

Format Bisnis Plan Haruslah Representatif

Format Bisnis Plan Haruslah Representatif

Bisnis plan yang kita persiapkan sendiri atau dibantu oleh tenaga profesional harus bisa dipastikan merupakan sebuah representasi yang baik bagi sosok pribadi kita dan perusahaan kita serta menarik secara visual.

Kita harus melihatnya secara mendalam yang berkenaan dengan tatanan dan grafis yang lebih mudah dibaca atau diteliti dengan cepat.

Cara Menulis Format Bisnis Plan Yang Baik dan Benar

Cara Menulis Format Bisnis Plan Yang Baik dan Benar

Kita harus yakin dan percaya diri bahwa bisnis plan yang kita buat mudah dibaca dan gampang dipahami serta secara visual sangat merangsang untuk dikaji, karena itu kita wajib melakukan sentuhan akhir dan memperkuat perhatian pada beberapa hal dasar pada bisnis plan kita. Berikut penjabarannya:

1. Lembar sampul

Tidak sedikit pebisnis dan orang yang mendalami dunia yang penuh persaingan ini yang kurang memperhatikan lembar sampul bsinis plan, padahal bagian ini sangat memberi kesan pertama bagi setiap orang yang akan membaca dan mengkajinya.

Lembar cover perencanan bisnis diusahakan tampil menarik dan terlihat bagus. Tata letaknya harus rapi, mempesona, terlihat profesional dan mudah dibaca.

2. Daftar isi

Pada umumnya bisnis planlebih dari sepuluh halaman. Kita sebaiknya menempatkan daftar ini pada halaman setelah lembar sampul dan sebelum ringkasan eksekutif.

Sebenarnya, elemen ini bukan dasar utama dalam bisnis plankita, hanya sekedar membantu menunjukan kepada pembaca tentang informasi atau bagian perencanaan yang dimuat pada halaman-halaman selanjutnya dan memudahkan pembaca merujuk informasi yang terkandung dalam perencanaan.

Tetapi, jangan sampai terjadi pada judul-judul bagian dan nomor-nomor halaman yang ditunjukan dalam daftar isi tidak sesuai dengan yang ditulis dalam bisnis plan. Karena itu kita harus mengecek dan mengkoreksinya secara jeli dan hati-hati.

3. Ringkasan eksekutif

dalam proses pembuatan dan pembuatan bisnis plan, ringkasan eksekutif merupakan bagian yang ditulis paling akhir walaupun diletakkan dibagian depan dari bisnis plan.

Pembahasan dalam ringkasan eksekutif biasanya sepanjang atau dua halaman dengan menggunakan kalimat yang sangat ringkas dan padat dalam membahas deskripsi diri kita dan usaha kita, segmen dan penguasaan pasar, konsumen, produk atau jasa, asumsi dan metode penelitian yang digunakan.

4. Deskripsi bisnis

Pada bagian ini dijelaskan gagasan bisnis plan yang akan kita geluti, berkaitan dengan produk atau jasa yang dinilai prospektif dalam menatap masa depan, yang dikorelasikan dengan pemenuhan kebutuhan pasar.

Dalam mendeskripsikan bisnis yang akan kita kelola dan jelaskan, kita harus menjelaskan dan menggambarkan secara tepat jenis produk atau bentuk jasa yang akan kita jual dan menganalisanya mengapa masyarakat luas sebagai calon konsumen akan membeli produk kita atau menggunakan jasa kita.

Potensi dan penguasaan pasar yang diprediksikan akan kita raih perlu juga dideskripsikan, dengan argumentasi bahwa produk kita berbeda dengan produk-produk serupa yang telah ada di pasar.

5. Analisis pasar

Pada bagian analisis pasar perlu disajikan data dan informasi yang menggambarkan kebutuhan pasar terhadap produk dan jasa kita. Disini kita dituntut untuk merinci seluruh data dan informasi yang kita himpun berkenaan dengan ukuran pasar kita, jumlah konsumen potensial bagi produk kita dan klien jasa kita, serta tingkat pertumbuhan dan perkembangan pasar atau industri kita sebagai suatu keutuhan.

Penyajian yang kita sodorkan pada bagian ini, kita tidak boleh hanya banyak bersandar pada referensi dan hasil riset yang kita lakukan, tetapi juga pada kemampuan dan keterampilan kita dalam memadukan data dan informasi menjadi sebuah format yang sederhana, ringkas, padat dan enak dibaca.

6. Persaingan

Dunia bisnis tidak bisa terlepas dari persaingan, dan merupakan suatu kebohongan bila ada pebisnis atau wirausaha yang percaya bahwa dirinya tidak memiliki persaingan. Apabila ini ada, maka orang yang bersangkutan akan segera terbanting dari kompetisi pasar, meskipun ia mempunyai produk yang diangap sangat revolusioner. Karena akan selalu ada orang yang mau dan tidak sabar ingin menantang suatu bisnis dengan ide-ide baru dan menguntungkan.

Jadi, kita perlu mengidentifikasi beberapa usaha yang mapan, sebagai pesaing kita, yang telah menjual produk atau jasa serupa dengan milik kita, dan bagaimana reaksi mereka terhadap usaha kita.

Persaingan di dunia bisnis tidak hanya melibatkan usaha – usaha yang sudah mapan dan eksis, kita perlu mengantisipasi juga terhadap kemunculan usaha – usaha baru dan agresif dalam melakukan manuver-manuver yang akan memberikan keuntungan pada mereka.

Dan kita harus selalu menyadari bahwa semua usaha memiliki ide atau gagasan segar untuk menghasilkan sebuah produk unik dan penuh keunggulan. Karena itu, kita tidak boleh hanya bersandar pada pendapat tentang ide kita yang dianggap unik, melainkan lebih memprioritaskan data market yang kita kumpulkan.

7. Strategi pemasaran

Pada bagian ini, kita tidak boleh terlalu percaya diri dalam menggambarkan bahwa produk kita sangat mengagumkan dan terbaik di antara yang ada sehingga konsumen tidak bisa memilih produk lain kecuali produk kita.

Sebenarnya, kita hanya dituntut menjelaskan, strategi apa yang akan kita jalankan untuk menarik konsumen membeli produk atau menggunakan jasa kita. Kita juga perlu mempublikasikan usaha kita melalui sejumlah metode pemasaran yang kita pelajari baik lewat buku maupun pengalaman, dan menjelaskan pendekatan penjualan kita.

8. Rencana operasional

Pada bagian ini harus dideskrisikan prosedur-prosedur operasional, dan hal – hal yang dibutuhkan untuk mendukung suatu operasional.

9. Tim manajemen

Bagian ini merupakan salah satu elemen yang menjadi sorotan dan kajian tersendiri. Orang – orang yang terpilih dan berada pada suatu tim manajemen, haruslah orang–orang yang memiliki kapasitas dibidangnya. Karena, tim manajemen memiliki andil yang besar dalam keberhasilan suatu usaha.

10. Tinjauan keuangan dan kebutuhan pendanaan

Garis dasar bisnis plana dalah tinjauan keuangan dan kebutuhan pendanaan. Semua pembahasan di atas merupakan penunjang dan landasan bagi analisis keuangan.

Pada bagian ini harus dinyatakan dengan jelas jumlah dana yang dibutuhkan untuk memulai aktivitas kinerja suatu usaha, serta kapan dan bagaimana aktivitas bisnis yang dilakukan akan mendatangkan cukup uang untuk mengembalikannya.

Kita perlu mendefinisikan jumlah investasi awal (atau jumlah pinjaman) dan berapa banyak dana yang akan kita butuhkan di masa mendatang berdasarkan proyeksi-proyeksi operasional dan penjualan produk atau jasa.

Pendekripsian dan penjelasan ini begitu penting karena akan menentukan seberapa banyak dana yang akan diinvestasikan, jumlah hasil yang bisa diharapkan , dan dalam interval waktu berapa lama bisa memetik hasilnya.

11. Ringkasan dan analisis kesimpulan

Pada bagian ini, kita bisa menyatukan perencanaan ke dalam sebuah kemasan yang rapi untuk memudahkan dalam mendapatkan ringkasan isi bisnis plandan kesimpulan yang diharapkan bisa diambil dari suatu bisnis plan.

12. Lampiran-lampiran

Untuk lampiran biasanya dijadikan rujukan atau referensi bisnis plan yang di letakkan pada bagian akhir. Beberapa hal yang dinilai penting disertakan dalam lampiran meliputi diagram, grafik, resume, dan penggalan-penggalan literatur yang dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa kita menulis bisnis plandan akan mengelola dengan serius. Kegunaan lampiran memudahkan dan menjaga kelancaran bisnis plan tanpa terhambat oleh rincian yang terlalu banyak dan membosankan.

Leave a Comment